Tuesday, 11 October 2016

Dear you ^^

untuk pertama kalinya aku merasa seperti hidup kembali, sayang aku benar-benar berterimakasih kepada kamu
yang telah membuka hatiku kembali, yang telah berhasil membuatku begitu spesial
yang berhasil untuk mengalahkan rasa takutku

sayang mungkin aku sangat payah dalam mengatakan apa yang aku rasakan
maaf, aku terlalu malu untuk berkata di hadapanmu tentang hal yang aku rasa ini
tapi aku ingin kamu tau tentang apa yang aku rasakan
aku tak berharap apapun darimu setelah kamu tau apa yang aku rasakan ini
percaya atau tidak percaya itu terserah padamu
tapi ketahuilah sayang ini bukan sekedar kata-kata manis
ini adalah tulisan deskripsi tentang apa yang aku rasakan ketika aku bersamamu

sayang, aku bangga punya kamu
kamu dengan celotehan yang terkadang membuatku kesal
kamu dengan tingkahmu yang terkadang terlewat manja
kamu dengan lembutnya
kamu dengan perhatian dan pengertiannya
kamu dengan foto ngupilmu yang sangat konyol
kamu yang selalu menghubungiku walaupun kamu sedang sibuk-sibuknya

sayang, kamu harus tau
kamu sukses membuat hati aku yang beku ini cair
tanpa ada retak sedikitpun, hatiku sekarang sudah sangat sempurna karenamu
kamu juga sukses membuat aku melihat sisi lain dari diriku
yang sebelumnya aku tidak tau
kamu sukses membuat aku seperti hidup kembali
dan kamu harus tau
aku sangat takut kehilangan dirimu

sayang, ketahuilah
setiap hari aku memikirkan kamu
aku pikirkan bagaimana kabarmu hari ini?
aku pikirkan apakah kamu sudah makan, aku tau kadang kamu suka lupa dengan jam makanmu
aku pikirkan sedang apa kamu disana ? apakah kamu butuh bantuan? aku siap membantu jika kamu butuh bantuan
aku pikirkan apa yang akan aku bahas saat kita mengobrol via telefon
aku pikirkan bagaimana aku harus bersikap saat kamu marah, ngambek, dan bete
aku pikirkan kejutan apa yang harus aku beri ke kamu
aku pikirikan bagaimana kamu bisa bahagia
aku pikirkan bagaimana kamu bisa tertawa dan melupakan beban pikiran kamu walaupun hanya sementara
ini bukan lebay sayang
hanya saja aku takut kamu bosan dan aku kembali ditinggalkan.
aku takut kamu meghilang.

jadi aku mohon jangan pernah menghilang.


Tuesday, 24 May 2016

Terimakasih Pelatih !

Air mata bisa membersihkan hati dari penyakit untuk membenci dan mengajari manusia untuk berbagi penderitaan dengan mereka yang patah hati
Dan lagi aku bertemu sang pelatih, ya pelatih ini adalah mantan kekasihku yang telah berbaik hati menjadikan aku seseorang yang lebih terlatih untuk patah hati, ah kenapa kamu begitu baik sekali telah menyadarkan aku sebodoh apa diriku ini dan mengajarkanku untuk tak tenggelam dalam kesalahan yang sama.


Lucu, Perkenalan singkat kita terlalu lucu entahlah aku bingung kepada bumi yang telah mengijinkan kita untuk berkenalan, dan kita didekatkan oleh mind mapping itu adalah hal yang lucu namun mengapa berakhir seperti ini ? biarlah hal yang aku anggap lucu itu sebagai kenangan. kenangan itu seharusnya adalah benda tidak kasat mata, tidak bisa disentuh, tidak bisa dipegang. hanya diawang-awang. tapi ajaibnya kenangan ini bisa lebih tajam dibanding pisau, lebih pahit dibanding pare dan lebih berat menganduli kaki dibanding bola besi. membuat tidak selera makan, membuat sesak sepanjang hari.

tidak aku menuliskan ini bukan untuk mengemis memohon agar kamu kembali lagi seperti sedia kala, ah tidak aku aku tidak melakukan ini anggap aja aku sedang membuat laporan untuk diriku sendiri karena sudah berlatih untuk patah hati setidaknya sebagai acuan agar aku tidak mengulangi hal yang sama lagi. karena mungkin aku sudah terbiasa untuk merasakan kekecewaan jadi yah aku tidak terlalu sakit lagi meskipun jujur untuk melupakan rasa dendam ini sangat susah, tapi tenang aku akan mencoba agar kamu tidak lagi menjadi bayang-bayang langkahku selanjutnya kujadikan keputusanmu untuk melepaskanku sebagai kekuatan aku untuk melupakanmu aku tak ingin terlihat bodoh dan sengsara dengan mengingatmu dengan hati yang sakit, toh hidup tak berarti kita harus mendapatkan apa yang kita inginkan ;)

Tapi Maaf
Jangan kau tanyakan lagi keadaanku biarkan aku sendiri setelah kamu menggoreskan luka tanpa rasa bersalah dan tetap memintaku untuk tetap berkomunikasi denganmu. tapi kini semua tak akan lagi sama kebencianku telah tumbuh subur karenamu,Tak ada cara lain untuk Menyembuhkan Luka ini tak ada satupun obat yang dapat Menyembuhkan Luka Hati ini Entah Rencana Tuhan apa yang ada dibalik ini Semua Semoga Kau BAHAGIA dengan LUKAKU ini
Semoga Kau Senang dengan PENDERITAAN HATIKU



Terima kasih Telah melatihku untuk menjadi seseorang yang lebih kuat, lebih berani terima kasih . ah entahlah walaupun hanya sebentar mungkin karena kamu berbeda dengan yang lainnya sehingga sulit rasanya untuk melupakan, tetapi aku harus melupakan toh ?
setidaknya aku sempat memilikimu walau hanya sebentar. saat kamu tinggalkan, aku masih sanggup untuk tersenyum. saat kamu melangkah pergi, aku masih sanggup untuk melambaikan tangan dan berkata selamat jalan sayang. dan jika suatu saat nanti kamu tidak ingat aku lagi. Anggaplah aku tidak perah ada di masalalumu.

Tuesday, 2 February 2016

will the world remember me after I die ?

it literally just hit me that im afraid of dying i was thinking about me getting older from 10's to 20's to 40's to 60's maybe even 80's and wondering what happen after i die ? how will i die? it could be a painful death? or peaceful one ? neverless, what happens after? im afraid of the death
We don't know about life after death. We never know what people think about us when we are alive, forget about when we are dead. But whatever is the situation, whatever be the the troubles, all of us are given the most precious gift- Life. Our life is what we make of it or rather how we break it. All of are given opportunities in the course of life to make it worthy, but how we use those opportunities decides whether our life was  worthy.
When we die who will remember us? Our loved ones? Our friends? Our neighbours? Our colleagues? May be all of them or sometimes sadly none of them. What decides who remembers us is the work that we do in our lifetime.

I keep wondering what will people think about me when I'm gone and can I do something now to change it? Maybe I can. Or maybe I can't for I don't know when death may lay it's hands on me. But I can't stop dreaming and I can't stop chasing my dreams for the fear that I may die


I  want people to remember me for the person a was. A loving daughter, a caring sister, a good student, a faithful friend and above all a good human being. I want to be remembered as the one who wiped others tears and spread smiles. A good listener, always helping those in trouble. I want to be remembered as someone who in the quest of her dreams didn't forget to help others achieve their dreams! I want to be an inspiration. I want my life to be the one which was lived to the full. I don't want to be remembered as a bad person and the bad things I may do. I want to be remembered for the little joys I spread. Those big dreams of mine may or may not come true. But I can definitely make people remember me for the life that I promise to live well!

Monday, 11 January 2016

what wrong with me?




By nature, I am a happy, optimistic, idealistic person. I have always been one to look on the bright side and see the good in people. My usual philosophy in life is that the world is full of brightness, love, and possibilities to seize.Recently, though, my philosophy began to fade in the face of a mild depression.

I began to cry a lot and retreat into myself rather than being social and opening up, which only furthered the problem. I felt alone, miserable, and, try as I might, I could not regain that feeling of the world being beautiful. I felt like something had crawled into my brain and flipped all the positive switches off and the negative ones on. I felt hopeless, like it was more of a disease than a feeling.

Before the depression, I was a kind, gentle, and compassionate person. Sometimes I was even too gentle, afraid to bring up anything that might offend someone else or damage our relationship.

I didn’t understand how other people could be mean, rude, or offensive toward strangers or friends. I took it personally when people affronted me or were curt with me, believing they were truly out to get me for something I’d done. When people were mean, I figured it was a personal choice; that it was a conscious decision to stop caring about other people’s feelings and opinions.

When I became depressed, though, my temper shortened and I felt far more irritable. I had little patience for anything, and I lived in a constant state of anxiety about social interactions. Whenever I engaged in conversation with someone else, I assumed they found me boring, annoying, or self-obsessed, and it sent me even further into my sadness.


I felt unlovable, undesirable, and antisocial, and I needed a way to cope with these feelings by giving myself an alter ego that deserved to be disliked for reasons I could understand.In my case, I got depressed because I felt socially awkward and I began losing friends. After that, I shied away from social gatherings, only augmenting the problem.I constantly thought negative things, such as “Nobody likes you,” “Who would want to be your friend?” and “You are not worthy of the friends you have.” I created a toxic environment inside my own head, and it wasn’t based in reality.

I knew I had to change my outlook, so I pushed myself to see the good in myself and the reasons why I’m likable; as a result, I began to see the good in others again too.

It’s not an easy process, and for many, it requires therapy and months of time. 

Monday, 24 August 2015

People Change

"It's sad when people you know became people you knew, when you can walk right pas someone like they were never a big part of your life. how you used to be able to talk for hours and how now, you can barely even look at them."
Well, kemarin gue emang lagi gada kerjaan banget iseng iseng buka facebook ngeliat inbox dari awal sampai akhir ngebaca percakapan yang sangat teramat lawas dan dari situ gue menyadari sesuatu dulu gue punya temen yang asyik asyik dan sekarang mereka seakan udah berubah yah kaya dulu sering hang out bareng sekarang udah ga pernah jangankan buat ngajak hang out buat komentarin statusnya atau buat ngechat mereka aja ada feeling so strange yah takut ngeganggu terus takut di bilang sok asyik atau apalah namanya itu.

Dari yang dulu manggil nama dengan julukan babi,jelek,monyet,kambing,kebo sekarang manggil nama aja itupun mereka jawab dengan dingin sedingin musim dingin dan dengan muka yang seolah olah mengatakan "ngapain sih ini orang manggil gue"

Dari yang dulu kalau udah lama gak ketemu kangen-kangenan peluk pelukan sekarang cuma jabat tangan terus cipika cipiki pas mau mulai kangen kangenan udah ada aja alasan buat pergi.

Dari yang dulu kalau ketemu di jalan teguran gak pakai nyantai ketawa ketawa suka hati kita seolah olah cuma kita yang ada disana, sekarang malah kalau ketemu kalau bisa jangan ngeliat muka kita atau pura-pura engga liat sekalinya di tegur malah buang muka. 
Seeing people change isnt what hurts. what hurts is remembering how they used to be
 Tapi sekalinya ada perlunya duh bukan main deh baiknya seolah olah gue emang sahabat karibnya mereka ngajakin hang out bareng, di traktir dan segala macamnya lah. Kadang pingin ngakak kalau ketemu orang yang beginian mereka seakan akan udah ngejilat ludah sendiri haha. Yah kalau seandainya engga diturutin maunya apa pasti dibilang "ih masa ga mau bantu temen sendiri sih" atau kalau engga diomongin di belakan mereka bilang kita sombonglah atau apalah yang intinya ngejelekin kita.
i find it amazing how some people can change and treat you differently. But one day, you mean something in their lives and the next, it's as if you dont exist
Cuma Mau bilang aja sih engga ada salahnya kan kalau seandainya kalian bersikap netral, atau biasa biasa aja engga usah sampai buang muka kalau di sapa, kita coba chat atau apalah dibaca terus engga dibales. atau pas lagi ngobrol pasang muka yang dingin seolah olah kaya engga mau diajak ngobrol. setidaknya kita pernah menjadi temen yang deket saat itu setidaknya coba loh bersikap agak ramah ke setiap "temen lama" jadi seolah olah kalian butuh yah engga malu buat minta bantuan ^^


Monday, 20 April 2015

Random felling





gue mau ngeposting tentang perasaan random gue, entahlah gue akhir akhir ini sering merasa "sendiri" yah padahal gak sendiri juga sih masih ada orang-orang kantor masih ada temen-temen sahabat-sahabat dan keluarga disekitar gue tapi gatau kenapa gue emang ngerasa sendiri aja lebih tepatnya gue ngerasa gue tinggal di dunia ini hanya seorang diri gada satupun yang melihat aku. yap!! that what im feeling right now gatau kenapa gue bisa ngerasaain itu gatau kenapa gue sering ngebayangin itu entahlah kadang aku muak dengan hidup gue juga udah capek buat ngerasain sakit baik fisik maupun mental kadang gue mikir enak juga jadi orang yang udah meninggal yang khusnul khotimah gaperlu ngerasain sakit sakit yang sekarang ini udah jadi makanan sehari-hari sorry gue beneran random sekarang huhhhhhuuuuuu what should i do right now? T-T

Monday, 6 April 2015

HAPPY BIRTHDAY ME







Today I celebrate ME! The birth of Me! The person I have grown to be! The person I will become! The sister, daughter, friend, girlfriend, employee; I am! and the Mother I will be someday! I celebrate Me today!

I am grateful to God for the gift of life, I am void without him. Also thankful to my earthly parents for nurturing me into the graceful, lovely, and great woman I am today.

Happy birthday to Me! I wish myself many more years of joy, love, laughter, health and prosperity. I wish myself strength and wisdom for days to come and success with everything I do today, and tomorrow!