untuk pertama kalinya aku merasa seperti hidup kembali, sayang aku benar-benar berterimakasih kepada kamu
yang telah membuka hatiku kembali, yang telah berhasil membuatku begitu spesial
yang berhasil untuk mengalahkan rasa takutku
sayang mungkin aku sangat payah dalam mengatakan apa yang aku rasakan
maaf, aku terlalu malu untuk berkata di hadapanmu tentang hal yang aku rasa ini
tapi aku ingin kamu tau tentang apa yang aku rasakan
aku tak berharap apapun darimu setelah kamu tau apa yang aku rasakan ini
percaya atau tidak percaya itu terserah padamu
tapi ketahuilah sayang ini bukan sekedar kata-kata manis
ini adalah tulisan deskripsi tentang apa yang aku rasakan ketika aku bersamamu
sayang, aku bangga punya kamu
kamu dengan celotehan yang terkadang membuatku kesal
kamu dengan tingkahmu yang terkadang terlewat manja
kamu dengan lembutnya
kamu dengan perhatian dan pengertiannya
kamu dengan foto ngupilmu yang sangat konyol
kamu yang selalu menghubungiku walaupun kamu sedang sibuk-sibuknya
sayang, kamu harus tau
kamu sukses membuat hati aku yang beku ini cair
tanpa ada retak sedikitpun, hatiku sekarang sudah sangat sempurna karenamu
kamu juga sukses membuat aku melihat sisi lain dari diriku
yang sebelumnya aku tidak tau
kamu sukses membuat aku seperti hidup kembali
dan kamu harus tau
aku sangat takut kehilangan dirimu
sayang, ketahuilah
setiap hari aku memikirkan kamu
aku pikirkan bagaimana kabarmu hari ini?
aku pikirkan apakah kamu sudah makan, aku tau kadang kamu suka lupa dengan jam makanmu
aku pikirkan sedang apa kamu disana ? apakah kamu butuh bantuan? aku siap membantu jika kamu butuh bantuan
aku pikirkan apa yang akan aku bahas saat kita mengobrol via telefon
aku pikirkan bagaimana aku harus bersikap saat kamu marah, ngambek, dan bete
aku pikirkan kejutan apa yang harus aku beri ke kamu
aku pikirikan bagaimana kamu bisa bahagia
aku pikirkan bagaimana kamu bisa tertawa dan melupakan beban pikiran kamu walaupun hanya sementara
ini bukan lebay sayang
hanya saja aku takut kamu bosan dan aku kembali ditinggalkan.
aku takut kamu meghilang.
jadi aku mohon jangan pernah menghilang.
Air mata bisa membersihkan hati dari penyakit untuk membenci dan
mengajari manusia untuk berbagi penderitaan dengan mereka yang patah
hati
Dan lagi aku bertemu sang pelatih, ya pelatih ini adalah mantan kekasihku yang telah berbaik hati menjadikan aku seseorang yang lebih terlatih untuk patah hati, ah kenapa kamu begitu baik sekali telah menyadarkan aku sebodoh apa diriku ini dan mengajarkanku untuk tak tenggelam dalam kesalahan yang sama.
Lucu, Perkenalan singkat kita terlalu lucu entahlah aku bingung kepada bumi yang telah mengijinkan kita untuk berkenalan, dan kita didekatkan oleh mind mapping itu adalah hal yang lucu namun mengapa berakhir seperti ini ? biarlah hal yang aku anggap lucu itu sebagai kenangan. kenangan itu seharusnya adalah benda tidak kasat mata, tidak bisa disentuh, tidak bisa dipegang. hanya diawang-awang. tapi ajaibnya kenangan ini bisa lebih tajam dibanding pisau, lebih pahit dibanding pare dan lebih berat menganduli kaki dibanding bola besi. membuat tidak selera makan, membuat sesak sepanjang hari.
tidak aku menuliskan ini bukan untuk mengemis memohon agar kamu kembali lagi seperti sedia kala, ah tidak aku aku tidak melakukan ini anggap aja aku sedang membuat laporan untuk diriku sendiri karena sudah berlatih untuk patah hati setidaknya sebagai acuan agar aku tidak mengulangi hal yang sama lagi. karena mungkin aku sudah terbiasa untuk merasakan kekecewaan jadi yah aku tidak terlalu sakit lagi meskipun jujur untuk melupakan rasa dendam ini sangat susah, tapi tenang aku akan mencoba agar kamu tidak lagi menjadi bayang-bayang langkahku selanjutnya kujadikan keputusanmu untuk melepaskanku sebagai kekuatan aku untuk melupakanmu aku tak ingin terlihat bodoh dan sengsara dengan mengingatmu dengan hati yang sakit, toh hidup tak berarti kita harus mendapatkan apa yang kita inginkan ;)
Tapi Maaf
Jangan kau tanyakan lagi keadaanku biarkan aku sendiri setelah kamu menggoreskan luka tanpa rasa bersalah dan tetap memintaku untuk tetap berkomunikasi denganmu. tapi kini semua tak akan lagi sama kebencianku telah tumbuh subur karenamu,Tak ada cara lain untuk Menyembuhkan Luka ini tak ada satupun obat yang dapat Menyembuhkan Luka Hati ini Entah Rencana Tuhan apa yang ada dibalik ini Semua Semoga Kau BAHAGIA dengan LUKAKU ini
Semoga Kau Senang dengan PENDERITAAN HATIKU
Terima kasih Telah melatihku untuk menjadi seseorang yang lebih kuat, lebih berani terima kasih . ah entahlah walaupun hanya sebentar mungkin karena kamu berbeda dengan yang lainnya sehingga sulit rasanya untuk melupakan, tetapi aku harus melupakan toh ?
setidaknya aku sempat memilikimu walau hanya sebentar. saat kamu tinggalkan, aku masih sanggup untuk tersenyum. saat kamu melangkah pergi, aku masih sanggup untuk melambaikan tangan dan berkata selamat jalan sayang. dan jika suatu saat nanti kamu tidak ingat aku lagi. Anggaplah aku tidak perah ada di masalalumu.
it literally just hit me that im afraid of dying i was thinking about me getting older from 10's to 20's to 40's to 60's maybe even 80's and wondering what happen after i die ? how will i die? it could be a painful death? or peaceful one ? neverless, what happens after? im afraid of the death
We don't know about life after death. We never know what people think
about us when we are alive, forget about when we are dead. But whatever
is the situation, whatever be the the troubles, all of us are given the
most precious gift- Life. Our life is what we make of it or rather how
we break it. All of are given opportunities in the course of life to
make it worthy, but how we use those opportunities decides whether our
life was worthy.
When we die who will remember us? Our loved ones? Our friends? Our
neighbours? Our colleagues? May be all of them or sometimes sadly none
of them. What decides who remembers us is the work that we do in our
lifetime.
I keep wondering what will people think about me when I'm gone and can I
do something now to change it? Maybe I can. Or maybe I can't for I
don't know when death may lay it's hands on me. But I can't stop
dreaming and I can't stop chasing my dreams for the fear that I may die
I want people to remember me for the person a was. A loving daughter, a
caring sister, a good student, a faithful friend and above all a good
human being. I want to be remembered as the one who wiped others tears
and spread smiles. A good listener, always helping those in trouble. I
want to be remembered as someone who in the quest of her dreams didn't
forget to help others achieve their dreams! I want to be an inspiration.
I want my life to be the one which was lived to the full. I don't want
to be remembered as a bad person and the bad things I may do. I want
to be remembered for the little joys I spread. Those big dreams of mine
may or may not come true. But I can definitely make people remember me
for the life that I promise to live well!

By nature, I am a happy, optimistic, idealistic person. I have always been one to look on the bright side and see the good in people. My usual philosophy in life is that the world is full of brightness, love, and possibilities to seize.Recently, though, my philosophy began to fade in the face of a mild depression.
I began to cry a lot and retreat into myself rather than being social and opening up, which only furthered the problem. I felt alone, miserable, and, try as I might, I could not regain that feeling of the world being beautiful. I felt like something had crawled into my brain and flipped all the positive switches off and the negative ones on. I felt hopeless, like it was more of a disease than a feeling.
Before the depression, I was a kind, gentle, and compassionate person. Sometimes I was even too gentle, afraid to bring up anything that might offend someone else or damage our relationship.
I didn’t understand how other people could be mean, rude, or offensive toward strangers or friends. I took it personally when people affronted me or were curt with me, believing they were truly out to get me for something I’d done. When people were mean, I figured it was a personal choice; that it was a conscious decision to stop caring about other people’s feelings and opinions.
When I became depressed, though, my temper shortened and I felt far more irritable. I had little patience for anything, and I lived in a constant state of anxiety about social interactions. Whenever I engaged in conversation with someone else, I assumed they found me boring, annoying, or self-obsessed, and it sent me even further into my sadness.
I felt unlovable, undesirable, and antisocial, and I needed a way to cope with these feelings by giving myself an alter ego that deserved to be disliked for reasons I could understand.In my case, I got depressed because I felt socially awkward and I began losing friends. After that, I shied away from social gatherings, only augmenting the problem.I constantly thought negative things, such as “Nobody likes you,” “Who would want to be your friend?” and “You are not worthy of the friends you have.” I created a toxic environment inside my own head, and it wasn’t based in reality.
I knew I had to change my outlook, so I pushed myself to see the good in myself and the reasons why I’m likable; as a result, I began to see the good in others again too.
It’s not an easy process, and for many, it requires therapy and months of time.