mungkin kamu sama sekali tidak tahu,bagaimana rasanya jadi aku,
Aku lelah menipu diri aku sendiri,menipu kehidupanku,menipu pikiranku,dan menipu perasaan aku.aku lelah menjadi seseorang yang tidak aku kenali sama sekali.
mungkin kamu merasa hidup aku baik-baik saja,tidak ada masalah yang berat yang menghampiri aku
atau
mungkin kamu ingin berada di posisi aku yang kamu pikir aku selalu senang karna tidak ada masalah?
kamu salah
hidup aku tidak seindah yang kamu bayangkan,hidup aku tidak seperti itu.
mungkin kamu berfikir aku berbohong nyatanya aku tidak berbohong,ini nyata aku hanya tidak ingin menceritakan masalah ini kepadamu.
atau saat aku ingin bercerita kamu sibuk hingga kamu tidak tau apa yang menimpa aku sebenarnya.
aku? aku tidak memiliki banyak teman seperti kamu,dari kecil hingga sekarang aku sangat takut berbicara kepada orang asing,aku tidak bisa berkomunikasi dengan baik kepada orang baru yang aku temui.saat aku benar-benar terpaksa untuk berbicara kepada orang lain jantung aku berdetak dengan kencang,kadang juga aku gagap saking takutnya.dan itu sukses membuat aku tidak berani keluar rumah sendirian,dan tidak mempunyai teman di lingkungan rumahku.saat aku dewasa ini aku pun tidak memiliki banyak teman yang bener-bener dekat dengan aku.
kamu,tahu bagaimana rasanya jadi aku?
saat teman terbaikku sekaligus orang yang aku sayangi dan aku cintai itu terbaring di rumah sakit,tidak bisa melakukan apa-apa bahkan saat itu dia tidak sadar sama sekali apa yang terjadi kepada dirinya,ya dia adalah mama,temen terbaik aku dan temen terdekat aku.aku masih bisa membayangkan saat itu terjadi,aku benar-benar ketakutan,merasa sangat bersalah,marah,dan aku menangis seharian.aku tidak bisa membayangkan hal buruk itu terjadi.lalu saat mama sudah sadar dia bertanya kenapa dia berada disini,dan apa yang sebenarnya terjadi,lalu apa yang aku katakan? "mama,gausah mikirin apa yang udah terjadi yang penting mama harus cepat sembuh".mama aku bukan orang yang mudah menyerah lalu,saat suster datang ketempatnya memberikan obat yang harus dia minum,mama bertanya kepada suster sialnya suster itu menjawab pertanyaan.apa yang terjadi? mama akhirnya menangis,dia tidak menyangka hal itu benar-benar terjadi padanya dan akhirnya dia selalu mengeluh dan putus asa.kamu bisa bayangkan betapa sakitnya saat tubuhmu diharuskan berhadapan dengan mesin pencuci darah,aku bisa merasakan apa yang mama rasakan saat dia berhadapan dengan mesin itu.dia benar benar seperti orang yang sedang mempertaruhkan nyawanya.saat itu aku selalu berdoa di dalam hati agar mama kuat dan tidak terjadi hal-hal yang buruk.
kamu,tahu apa yang terjadi dengan aku?
saat itu aku mengalami kecelakaan motor, kepala aku terbentur dengan keras.dokter memberitahu bahwa rahang aku retak dan aku tidak boleh membuka rahang aku sekalipun untuk berbicara dan menguap,makan? aku hanya makan bubur,sungguh itu sangat menyiksa aku belum lagi aku tidak boleh berbicara dengan rahang yang terbuka.aku cacat hingga sekarang aku tidak bisa membuka dengan lebar rahangku seperti kalian.dan dokter juga memberitahukan aku mempunyai masalah di kepalaku karna benturan keras geger otak ringan,aku diam membisu,saat mendengar vonis dari dokter tersebut secepatnya aku memerintahkan otak aku untuk tidak menangis,tapi hati ini ingin menangis,dan akhirnya aku menangis aku ingin marah tapi aku tak tau kepada siapa aku marah.akibat itu aku sering mengalami pusing yang cukup hebat di kepalaku,dan daya ingat aku tidak setajam dulu dan aku tidak boleh terlalu memikirkan hal-hal yang berat.saat itu aku mulai berurusan dengan obat-obat dan rumah sakit.
lalu,saat mama kondisinya sedang drop keadaan memaksa aku untuk meninggalkan rumah,ya aku di terima kerja di sebuah pulau kecil,saat itu sebenarnya aku merasa sangat bersalah karna aku meninggalkan mama dengan kondisi yang seperti itu,aku ingat saat itu dia begitu sedih walaupun dia tidak mengungkapkan dengan kata-kata tapi aku bisa lihat di wajah dan di matanya dia begitu sedih.
disana,aku menipu pikiran aku walaupun jiwa aku di pulau kecil itu tapi pikiran aku selalu pada mama aku,setiap hari aku selalu menanyakan kabarnya melalui telefon itu aku lakukan agar dia tidak merasa kehilangan dan masih ada yang memperhatikan dia,
aku menipu diriku,membebani pikiranku dengan dugaan dugaan ku,bagaimana dengan aku? aku tidak lagi memperhatikan kesehatan aku aku tidak lagi mempunyai teman yang bisa diajak mengobrol seperti mama hanya ada handphone yang selalu menemaniku.saat itu tubuh aku mulai marah karna tidak lagi diperhatikan seperti dulu dan aku mulai sakit-sakitan.aku tidak tau mengapa tuhan menuliskan skenario yang seperti ini untukku.saat aku kembali lagi menemui dokter dan dokter memvonis ginjal aku bermasalah dan infeksi saluran kemih.
apa kamu bisa bayangkan?
apakah kamu bisa bayangkan itu terjadi kepadamu? apakah kamu bisa bayangkan betapa sakitnya aku ketika sesorang selalu tidak percaya apa yang aku alami selama ini,dan terkadang mereka meledeku karena aku ini sakit sakitnya.Saat itulah aku mulai merasakan putus asa,
terkadang aku lelah menghadapi penyakit yang ku derita selama ini.Dan setiap saat air mataku selalu jatuh kala aku membayangkan orangtuaku yang selalu sabar untuk merawatku.Aku juga kasihan kepada orangtuaku,untuk sekali periksa saja harus mengeluarkan berjuta juta demi aku sembuh.tapi aku muak terlihat menjadi kuat ! aku benar-benar muak berpura-pura menjadi seseorang yang kuat ! aku lelah, iya aku benar-benar lelah harus terlihat seakan-akan aku percaya bahwa aku segera sembuh,bahwa aku dipaksa oleh keadaan agar tidak terlihat lemah karna semua penyakit itu.nyatanya hingga saat ini aku iri dengan kalian yang bisa tersenyum,tertawa lepas tanpa semua topeng yang aku gunakan,aku iri dengan kalian yang bisa menghabiskan waktu dan melewati hari-harinya tanpa takut penyakit datang dan merusak harinya,tanpa takut tiba-tiba pusing yang luar biasa,tanpa takut tiba-tiba dia akan pingsan di jalan tanpa takut malaikat pencabut nyawa tiba-tiba datang menghampirinya! sedangkan aku selalu takut karna aku tau kematian akan datang kepadaku,iya,aku hanya duduk dan menunggu datangnya kematian itu, sungguh saat ini aku berharap bisa menjadi kamu yang seperti itu.
Aku ingin sembuh,dan aku tidak ingin lagi tubuh aku dimasuki oleh penyakit-penyakit yang membuatku tidak lepas dari obat yang membuat tubuhku lemah sungguh aku tidak ingin itu terjadi lagi kepadaku,Tuhan,bisakah kita berbicara lagi dalam doa? aku masih belum siap berbicara langsung padaMU akan aku jelaskan padaMU bahwa aku masih butuh waktu ya,aku sangat membutuhkan itu,aku masih belum siap untuk menghadapi kematian.aku masih belum merasakan sesuatu yang indah terjadi kepadaku,karna aku sangat lelah untuk menjadi seseorang yang tidak aku kenali sama sekali,aku lelah menghadapi sakit,aku lelah menahan semua sakit ini.aku masih butuh waktu aku masih belum siap menemui kematian .Dear God if I hurt others, give me the strength to apologize.. If people hurt me. give me the strength to forgive .
4 comments:
Bukan saja kamu yang merasa takut akan kematian... kita semua seharusnya begitu setiap hari.. ini bukan tentang apa yang sedang terjadi dengan kita.. tapi semua itu datangnya dari Tuhan.. kita hanya bisa menerima dan menjalankan hal ini.. ketetapan takdirnya tidak bisa dibantah.. stay strong yah kamu... percaya kamu bisa lewatin semua ini dan bisa sehat kembali.. berdoa tanpa lelah.. Tuhan pasti dengar.. amin..
Kamu hebat, bertahanlah Tuhan punya jalan terbaik untukmu...s
Izn copy paste min
Mungkin kita sejalan, dan setelah melihat tulisan ini.. saya sadar bahwa saya tidak sendiri
Jujur memang melelahkan, lelah harus bersama seolah olah I'm fine kpd semua orang.
Post a Comment