Wednesday, 25 February 2015

Terima Kasih Kawan lama

Malam ini entah mengapa otak memutar kenangan-kenangan di masa lalu, tiba-tiba teringat kepada sosok teman sd yang dulu sangat akrab sekali denganku dan tiba-tiba saat memasuki smp dia menghilang begitu saja. sosok pria yang dulu sering di bully karna sikapnya yang sangat "lemah lembut" nya.
hal yang paling aku ingat adalah saat dia bermain di rumahku ayah dan mama pergi lalu kami berdua pun mencoba untuk memasak itu adalah hal yang terlucu yang pernah terjadi, yah aku saat itu masih duduk dikelas 3 sd dan belum bisa memasak apapun sedangkan dia sudah bisa memasak dan sangat lihai. setelah itupun kami bermain game bareng dan game yang kami mainkan adalah power of girl , yah dia berbeda sekali dengan anak lelaki yang lainnya.
aku menaggap dia adalah abang aku sendiri begitu juga dengan ayah dan mama sudah dianggap seperti anak sendiri, hingga suatu hari saat dia hendak berangkat sekolah ojek yang langganan dia mengalami kecelakaan yang luar biasa tubuh dia terseret oleh mobil carry yang mengakibatkan sekujur badannya terluka dan hampir 3 hari dia koma, jujur saat itu aku kaget dan sangat merasa sedih sekali. namun entah mengapa saat dia sudah pulih dia memutuskan untuk pindah sekolah saat itulah aku kehilangan kontak. Entah mengapa otak aku kembali memaksa aku untuk mengingat ini semua , tapi aku hanya ingin menyampaikan sesuatu kepadanya

Dear teman lamaku, Apa kabar kamu? masih ingatkah kamu kepada aku? yah aku teman lamamu dulu kita sempat akrab, tapi tak mengapa kalau seandainya kamu tidak mengingat aku toh itu sudah 11 tahun lamanya kita tak berjumpa lagi. aku sangat berharap kamu bisa membaca pesan ini aku hanya ingin mengucapkan terima kasih karena dulu kamu sudah mendukung aku, mengajariku banyak hal dan menemani hari demi hariku. kamu berbeda dari anak yang lainnya kamu juga yang mengajarkan aku untuk bersikap diam saat ada sesuatu yang tidak enak didengar tentang aku, kamu juga yang mengajari aku untuk tekun dalam belajar aku masih ingat saat itu kamu mengajariku soal matematika yah pelajaran yang tidak pernah aku sukai, dan kamu mengajari aku pelajaran itu hanya agar aku tidak lagi dihukum oleh guru yang paling menyeramkan itu jujur waktu itu aku sama sekali tidak ada melihat yang kamu lakukan untuk aku dan sekarang aku merasakannya. entah dimana sekarang kamu berada aku harap kamu bisa mengejar cita-cita kamu sesuai yang kamu pernah sampaikan kepada aku. Entah kapan tapi aku masih berharap untuk bisa bertemu kamu dan menyampaikan rasa terimakasih aku untukmu. Maaf, karena selama kamu menjadi teman aku sama sekali tidak pernah mengatakan terimakasih kepadamu.













 

No comments: