Tuesday, 2 April 2019

Titik Terendah


Hari ini entah apa yang terjadi dalam pikiranku, otak sudah tak berjalan dengan benar aku merasa tak ada titik terang di dalam jiwa gelap, sunyi menyayat hati.
Pandangan ku ke langit-langit kamar memikir hal yang ku tau sebenarnya ini tak pantas bahkan tak berguna untuk aku pikirkan, tapi entah kenapa otak seaakan tak peduli lagi terus menerus menatap langit-langit kamar dengan tatapan kosong. 

Kenapa bisa?
Mengapa bisa?
Did i dont deserve it?
Kok bisa sih tega ?

Aku hidup, aku masih bisa bernafas, tapi aku merasa seperti tak hidup. Mungkin lebih tepatnya aku hidup namun tak menikmati hidupku. Aku tidak tau lagi bagaimana menikmati hidup, bukan aku gak bersyukur akan hidupku. Aku hanya tak tau lagi bagaimana menikmati hidup.

Aku juga memiliki teman, namun akhir-akhir ini aku merasa aku bukan siapa-siapa bagi mereka hanya teman ngobrol saja yang tak dapat dibanggakan. Mungkin aku terlalu egois, karena aku tak mau lagi terluka dengan ekspetasi-ekspetasi aku sendiri.

aku kehilangan semangat.
Aku juga kehilangan tujuan untuk hidup.
Aku hidup namun jiwaku mati.

Aku tak tau lagi apa yang harus aku lakukan, aku mersaa sendiri di tengah-tengah keramaian.
Bahkan terkadang aku hanya mengunci diri di dalam kamar, hanya bernafas, tidur, memikirkan hal yang tak harus dipikirkan, lalu menangis sendirian.

Aku kecewa, semuanya  disaat bersamaan membuat aku kecewa. Dan sekarang aku sudah tak percaya dengan orang dekat. Karena aku pernah dibuat hancur dengan perkataan oleh orang terdekatku.

Mungkin aku harus bisa mengatasi  ­masalah ini sendiri.
Doakan saja aku bisa melewati  titik terendah yang sedang menamparku dengan keras.
Semoga aku kuat.

No comments: